![]() |
| Doa |
Mengapa Manusia Berdo'a ?
Ada beberapa yang menyebabkan manusia itu harus berdo'a antara lain :
- Lantaran jiwa nya merasa terpanggil untuk memohon perlindungan ketika mendapat kesulitan yang tidak bisa mengatasinya sebab ia di ciptakan dalam keadaan lemah.
- Lantaran do'a itu merupakan perintah Allah SWT, yang ditujukan kepada manusia itu sendiri.
Adab Berdo'a
Untuk mencapai pengabulan suatu doa, di haruskan adanya beberapa adab di antara nya sebagai berikut :- Mengawali do'a nya dengan menyebut nama Allah dan memuji kepadaNya serta menyebut langsung tujuan kita memohon.
- Mengulang-ulang do'a nya minimal 3 kali, tanpa merasa jemu atau bosan.
- Menghadap kiblat dengan berperasaan takut rendah diri.
- Mengangkat kedua tangan setinggi bahu dengan suara lembut, yakni tidak keras sebagai layaknya memanggil orang di tempat yang jauh.
- Bertaubat sebelum berdo'a untuk membersihkan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.
- Hendak nya susunan kalimat do'a nya tidak bersajak, cukup dengan susunan kata yang sederhana, tidak perlu di lagukan. Karena itu di anjurkan memakai susunan kalimat do'a yyang berasal dari Rasulullah SAW, terutama do'a-do'a yang terdapat dalam Al-qur'an.
- Mengakhiri do'a nya dengan bacaan shalawat kemudian di lanjutkan dengan bacaan hamdala.
Syarat Terkabulnya Do'a
Semuua manusia yang berdo'a tentunya ia ingin agar do'a nya itu terkabul. Dan agar do'a nya itu terkabul, maka di butuhkan adanya beberapa syarat di antara nya sebagai berikut :- Disyaratkan adanya kesucian hati, yakni jangan asal mulut bergerak, sementara hati melayang kesana-kemari.
- Disyaratkan bersih dari noda dan dosa, yakni tidak makan barang yang haram. Seperti makan hasil korupsi, menggarong atau menipu orang.
- Disyaratkan harus bersungguh-sungguh, yakni tidak sekedar hanya basa-basi.
- Disyaratkan harus berkyakinan bahwa do'a nya itu pasti akan di kabulkan.
- Disyaratkan tidak berkeputusan bila do'a nya belum terkabulkan.
- Disyaratkan berdo'a tidak pada perkara yang di larang atau yang mustahil di dapat.
- Umpamanya, berdo'a mohon di jatuhkan uang yang sekarung dari langit.
Beberapa Waktu Yang Mustajab Untuk Berdo'a
Untuk mencapai pengabulan suatu do'a, maka di haruskan berdo'a tepat pada waktu-waktu berikut ini :- Pada waktu bulan Ramadhan, terutama di malam Lailatul Qadar.
- Pada waktu wukuf di Arofah, ketika menunaikan ibadah dan haji.
- Pada hari jum'at, baik siang ataupun di malam harinya.
- Pada waktu mendengar seruan adzan, baik diwaktu-waktu masuk nya shalat ataupun lainnya.
- Pada waktu antara adzan dan qomat ketika akan mengerjakan shalat.
- Pada waktu setelah shalat fardhu, terutama ketika sujud dalam shalat.
- Pada waktu ceramah agama(pengajian) dalam suatu majlis dengan do'a bersama.
- Pada waktu minum air zam-zam
Sebab Do'a Tidak Terkabul
Biasanya orang berdo'a tidak terkabul itu mudah berputus asa, sehingga ia tidak mau mengoreksi dirinya. Bahkan terkadang Tuhan lah yang di salahkan. Padahal di terima tidaknya suatu do'a itu tergantung orang yang berdoa itu sendiri, sebagaimana yang di jelaskan oleh seorang ulama yang terkenal waro' bernama Ibrahim bin Adham, ketika itu ia berkunjung ke Bastoh dan di sana ia di datangi orang-orang untuk mengadukan pertanyaan : " Apakah sebabnya nasib kami itu tidak kunjung berubah, padahal kami selalu berdo'a kepada Allah SWT dan bukankah Dia berjanji akan mengabulkan do'a hambaNya ?".Ibrahim bin Adham menjawab :" Sebenarnya do'a tidak terkabul itu ada sepuluh macam sebab yaitu :
- Kamu mengaku mengenal Allah, namun hak-haknya tidak kamu penuhi.
- Kamu mengaku cinta kepada Rasul, namun sunnah-sunnah nya tidak kamu jalani.
- Kamu membaca Al-qur'an, namun isi nya yang terkandung tidak kamu amalkan.
- Kamu mengakui syetan itu adalah musuhmu, naun perbuatanmu persis dengan perbuatannya syetan.
- Kamu berdo'a memohon agar di hindarkan dari siksa neraka, namun dirimu kau campakkan ke dalamnya dengan banyak berbuat dosa dan maksiat.
- Kamu berdo'a memohon agar bisa masuk syurga, namun amal perbuatanmu tidak mencerminkan untukNya.
- Kamu sibuk menggunjingkan aib orang lain, namun aibmu sendiri kau lupakan.
- Kamu percaya bahwa kematian itu pasti datang, namun kamu tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya dengan banyak berbuat kebaikan.
- Kamu kuburkan orang yang mati, namun kamu tidak mengambil pelajaran dari peristiwa kematian itu.
- Kamu rasakan nikmat dari Tuhanmu, namun kamu tidak pernah bersyukur kepada si Pemberi nikmat itu.
Selanjutnya Ibrahim berkata :" Karena itu bagaimana mungkin do'a mu akan terkabul? ".
Beberapa Hal Yang Merusak Do'a
Ada beberapa hal yang sering merusakkan do'a, sehingga do'a nya tidak mendapat pengabulan. Diantaranya yang merusak do'a itu adalah :
Berdo'a untuk mencelakakan diri sendiri karena ia bosan hidup atau berdo'a untuk mencelakakan orang lain. Umpamanya berdo'a :"Wahai Tuhanku, bangrutkanlah usahanya si Fulan itu agar jatuh menjadi miskin".
Berdo'a karena merasa kesal. Umpamanya seorang ibu yang kesal melihat anaknya yang tidak mau menerima nasehatnya, sehingga secara tidak sadar ia berucap :" Semoga kamu mendapat kecelakaan di jalan".Hal tersebut tidaklah di perbolehkan, walau nantinya ucapan itu menjadi kenyataan. Karena itu isi kandungan do'a di haruskan mengandung kebaikan dan kesejahteraan. Adapun mendo'akan kebinasaan terhadap orang yang berbuat dzalim tidaklah di larang. Umpamanya berdo'a untuk orang yang berbuat sewenang-wenang kepada kita, lalu kita berdo'a :" Wahai Tuhanku, binasakanlah mereka agar aku bisa hidup tenteram di dalam menunaikan perintahMu".
Sebab Do'a Tidak Terkabul
Biasanya orang berdo'a tidak terkabul itu mudah berputus asa, sehingga ia tidak mau mengoreksi dirinya. Bahkan terkadang Tuhanalah yang disalahkan. Padahal diterima tidaknya suatu doa itu tergantung orang yang berdo'a itu sendiri, sebagaimana di jelaskan oelh seorang ulama yang terkenal waro. bernama Ibrahain bin Adham, ketikka ia berkunjung ke Bastoh dan disanan ia didatangi orang-orang untuk mengadukan pertanyaan : " Apakah sebabnya nasib kami tidak kunjung berubah, padaha kami selalu berdoa kepada Allah dan bukankah Dia berjanji akan mengabulkan do'a hambaNYA ?"Ibrahim bin Adham menjawab : "sebenarnya do'a tidak terkabul itu ada sepuluh macam sebabnya yaitu :
- Kamu mengaku mengenal Allah, namun hak-haknya tidak kamu penuhi.
- Kamu mnegaku cinta kepada Rasul, namun sunnah-sunnahnya tidak kamu jalani.
- Kamu membaca Al-qur'an, namun isinya yang terkandung tidak kamu amalkan.
- Kamu mengakui syetan itu adalah musuhmu, namun perbuatanmu persis dengan perbuata syetan.
- Kamu berdo'a memohon agar di hidarkan dari siksa neraka, namun dirimu kau campakkan ke dalamnya dengan banyak berbuat dosa dan maksiat.
- Kamu berdo'a memohon agar bisa masuk syurga, namun amal perbuatanmu tidak mencerminkan untukNYA.
- Kamu sibuk menggunjing aib orang lain, namun aibmu sendiri kau lupakan.
- Kamu percaya bahwa kematian itu pasti datang, namun kamu tidak mempersiapkkan diri untuk menghadapinya dengan banayak berbuat kebaikan.
- Kamu kuburkna orang mati, namun kamu tidak mengambil pelajaran dari peristiwa kematian itu.
- Kamu rasakan nikmat dari Tuhanmu, namun kamu tidak pernah bersyukur kepada si pemberi nikmat itu.
Selanjutnya Ibrahim berkata : "Karena itu bagaimana mungkin do'a mu akan terkabul ?"
Beberapa Waktu Yang Mustajab Untuk Berdo'a
Untuk mencapai pengabulan suatu do'a, maka diharuskan berdo'a tepat pada waktu-waktu berikut ini ;
- Pada waktu bulan Ramadhan, terutama di malam Lailatull Qadar.
- Pada waktu wukuf di Arofah, ketika menunaikan ibadah haji.
- Pada waktu hari Jum'at , baik siang ataupun di malam harinya.
- Pada waktu mendengar seruan adzan, baik di waktu-waktu masuknya shalat ataupun lainnya.
- Pada waktu antara adzan dan iqamah ketika akan mengerjakan Sholat.
- Pada waktu setelah sholat fardhu, terutama ketika sujud dalam sholat.
- Pad waktu ceramah agama (pengajian) dalam suatu majlis dengan do'a bersama.
- Pada waktu minum air zam-zam.
Orang Yang Terkabul Do'anya
Ada beberapa orang yang do'a nya pasti di kabulkan oleh Allah. Dan orang-orang yang terkabul do'a itu ialah :
- Doa orang sedang terdesak.
- Orang yang teraniaya.
- Doa nya pemimpin yang adil.
- Doa nya orang tua terhadap anaknya.
- Doa nya anak sholeh terhadap orang tuanya.
- Doa nya orang yang berjasa terhadap umat.
- Doa nya orang yang menjalin hubungan kerabat.
- Doa nya orang muslim terhadap sesama.
- Doa nya orang dalam perantauan.
- Doa nya orang yang bertaubat menyesali perbuatan dosanya.
